Jah is God ... God is most beautiful and most perfect ... and Fun With Jah is the people ... People who tried to become beautiful and perfect ...

Lijit Search Wijit

Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Sifat Setan yang Harus Manusia Tiru

Uuuh man..ga semuanya yg ada pada diri setan itu buruk, malah ada beberapa sifat yg wajib kita contoh sebagai manusia.


Iya memang betul setan selalu mengajak kita kepada kesesatan. Akan tetapi sifat yang akan kita contoh ini memang ada dalam diri si setan dan patut kita contoh. Langsung aja ini sifat-sifat yang luar biasa:

1. Pantang menyerah, 

Setan akan selalu menggoda imam manusia sebelum tujuannya tercapai.

2. Konsisten, 

Setan tidak pernah mengeluh walaupun dia gagal untuk menggoda manusia, tapi dia tetap pantang menyerah.

3. Solider, 

Setan tidak pernah saling menyerang satu sama lain, akan tetapi mereka selalu berkerja sama dalam mencapai tujuan yaitu menggoda manusia.

4. Jenius, 

Setan memang pintar untuk menggoda manusia. Ia dapat menciptakan ide-ide kreatif dan tidak plagiat.

5. Tanpa Pamrih, 

Setan melakukan pekerjaan menggoda manusia 24 jam nonstop dan tidak meminta imbalan sedikitpun tidak seperti kita.

6. Selalu Berusaha, 

Setan selalu mempunyai usaha yang kreatif dan inovatif untuk menggoda manusia agar terjerumus di dalam dunianya.

7. Suka berteman, 

Setan selalu ingin berteman dan dapat menjaga pertemanan (Setia, solider) agar temannya di neraka kelak akan banyak.


Lalu bagaimana dengan kita? 
Apakah kita sudah mempunyai ketujuh sifat yang ada pada setan itu?

Tetapi, satu yang perlu diingat, ketujuh sifat itu kita praktekan untuk berjuang ke hal kabaikan bukan seperti setan yang menggunakannya untuk keburukan. 

Hantu / Makhluk Halus Secara Sains

Masih ingat film Ghostbuster?? Film Hollywood tahun 1984 ntu..?? Ternyata film ini memberikan ide ttg perkara yg gak pernah terlintas dalam benak kita. Hantu (dan makhluk halus sebangsanya) bisa diciderakan dan diperangkap dengan peralatan sains dan teknologi.
Ketika kebanyakan orang diganggu perasaan takut dan seraaaammm ketika membicarakan perihal makluk halus ini, banyak diantara kita gak menyadari bahwa kajian sains dan teknologi menemukan beberapa sifat dan ciri kelemahan jin dan hantu.

Berbeda dengan ahli agama, penyelidik/ilmuwan mencoba memecahkan teka-teki makluk halus itu dengan mencari penjelasan saintifik dengan mengkaji unsur kewujudan hantu dan jin dari sudut pandang sains. Hasil kajian selama puluhan tahun ini memang tidak diduga oleh kebanyakan kita..!!

Siapa menyangka.. film Drakula yg ada adegan terbakar apabila terkena sinar matahari, dan film Ghostbuster yg ada adegan penangkapan dan penembakan hantu menggunakan peralatan elektronik.. ..ternyata semuanya itu berdasar.!

Malah, beberapa kepercayaan yg dianggap khurafat dalam masyarakat kita seperti meletakkan gunting besi disamping mayat atau menggantung cermin didepan pintu sebenarnya bisa dibuktikan secara sains untuk menghindari gangguan hantu atau jin.


Penyelidik yg juga Dekan Fakultas Sains Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.

“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata kerana tidak terikat kepada jisim, gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda ngan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.

“Hantu dan jin bagaimanapun termasuk dalam ghaib nisbi dan bisa diukur dg menggunakan gelombang bunyi dan gema,” kata Prof Dr Sir Norhisham Wahab yang mendalami kajian dalam bidang ini selama sembilan tahun.

Katanya, apabila kajian sudah memahami bagaimana unsur hantu dan jin dari sudut fisik, usaha terpenting yaitu membantu manusia menghindari gangguan jin dan hantu dapat dilakukan pembuatan penawar dan pemulihan menggunakan teknologi.

Dr Norhisham berkata, jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu didalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.

"Tubuh manusia yang memerangkap gelombang ‘tidak sehat’ memberikan kesan kpd seseorang yaitu kesan negatif terhadap jiwa seperti mengalami kelesuan kronik, gangguan mental, merasa sakit ini sakit itu ,dsb. Ketika si pesakit memeriksakan diri kedokter, dokter malah bilang gak ada penyakit apa2 koq, tetapi anehnya sipesakit merasa dia ada mengidap suatu penyakit. Hal ini adalah salah satu tanda dari gangguan jin." Katanya.

Beliau berkata, untuk merawat gangguan jin dan hantu, kaedah pemulihannya adalah dengan mengambil kembali ruang dan waktu pada tubuh atau organ manusia yang diresap jin atau hantu.

Suatu gelombang infrasonik berfrekuensi amat rendah namun lebih kuat direkam secara konstan dan kontinu, dipancarkan sehingga mengganggu gelombang hantu yang sudah meresap ke suatu bagian tubuh; apabila hantu itu merasa tidak nyaman, mereka akan keluar dengan sendirinya dan pesakit kembali pulih.

“Bagi saya gangguan hantu tidak berbahaya jika dapat dirawat pada tahap awal. Amalan bacaan surah Yasin bisa untuk mengaktifkan reaksi kimia didalam darah dan ini didapati bisa memberi tekanan kepada hantu yang tidak dapat bertahan apabila peningkatan oksigen didalam aliran darah sebagai tenaga murni.

“Walaupun pada tahap awal kerasukan, tubuh pesakit seperti menjadi medan pertempuran untuk mengusir hantu yang menyelinap ke dalam ruang tubuh tersembunyi, namun akhirnya keadaan akan kembali seperti asal.

“Sebaiknya untuk merawat dari kerasukan, sapukan air dingin atau es yang akan memberi keseimbangan melalui rakaman gelombang infrasonik yang bersamaan dengan frekuensi doa yang ikhlas. Itu sudah cukup untuk mengeluarkan gelombang hantu serta mengembalikan ruang dan waktu pada tubuh korban,” katanya.

Katanya lagi, seperti halnya kerasukan atau gangguan hantu, perkara yg lebih berbahaya adalah sihir yang mampu menyebabkan kematian dengan izin Allah, isteri membenci suami secara tiba-tiba, gangguan terhadap kesehatan fisik dan menyebabkan pasangan tidak mendapat anak.

Dalam kasus pasangan tidak mendapat anak akibat sihir, beliau berkata, ruang dan waktu pada rahim isteri sudah dikuasai jin yang akan memakan benih suami atau isteri. Pihaknya akan memasukkan gelombang berfrekuensi rendah yang sama dg frekuensi ovum dan sperma, secara berterusan untuk mengusir gelombang jin dari rahim isteri.

“Banyak kasus rawatan yang saya jalankan menemui pelbagai benda asing pelik seperti serbuk kayu, kalajengking dan permata keluar secara ghaib apabila gelombang dimasukkan ke dalam tubuh korban malah ketumbuhan yang terjadi pada organ juga ghaib apabila gelombang berfrekuensi rendah direkam ke dalam air mandiannya,” katanya.


Usaha memancarkan gelombang untuk merawat gangguan makhluk halus juga sebenarnya tidaklah sesukar seperti yg kita bayangkan, tidak perlu peralatan menyerupai senjata, mesin yang besar sebaliknya gelombang bisa ditangkap dalam medium seperti air dan unsur yg sesuai.

“Kami menciptakan alat radionik yaitu teknologi yg merekam 99 frekuensi gelombang berdasarkan 99 getaran tenaga atom di dalam sukros dan pesakit hanya perlu memakan pil itu secara berterusan untuk memancarkan gelombang ke dalam tubuh,” katanya.

Sesuatu yang menarik adalah teori drakula akan terbakar jika terkena cahaya matahari adalah benar. Hantu memiliki gelombang tidak seimbang, dan cahaya matahari berfungsi menyeimbangkan gelombang alam. Apabila gelombang tidak seimbang terkena cahaya matahari, ia akan musnah karena gelombangnya menjadi seimbang dan hantu itu akan terbakar.

“Besi mampu memerangkap gelombang buruk/negatif dan hantu tidak menyukai medan listrik, jadi konsep hantu ditembak dengan alat listrik untuk diciderakan dan disimpan dalam kotak besi seperti filem Ghostbuster adalah benar.

“Begitu juga dg amalan meletakkan gunting besi dekat mayat kerana besi mampu menangkap atau menarik muatan listrik positif pd seseorang apabila seseorang itu meninggal dunia.
“Cermin mampu menyerap cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang memiliki kesan radiasi yang bisa mengganggu gelombang hantu dan jin. Perkara2 seperti ini bukan kurafat tetapi kita perlu memahami konsepnya,” katanya.

Suatu fakta ironis adalah kebanyakan manusia takut hantu walaupun pd hakikatnya, hantu juga takut berhadapan dengan manusia karena penglihatan manusia memiliki foton cahaya yang cenderung mengeluarkan atau memancarkan elektron untuk membentuk ion positif.


“Hantu juga terbentuk dari ion positif dan apabila ion positif bertemu dengan ion positif dalam kesatuan tenaga elektrik, ia mampu menciderakan atau menghindarkan mereka,” katanya.

FAKTA: Hantu dan jin
# Dari sudut sains, secara umum hantu atau jin gak suka dg cairan gas nitrogen, es, garam, oksigen, cahaya, karbon dioksida, frekuensi kurang satu Hertz dan wewangian tertentu.

# Dari sudut sains juga, hantu gemar ngan cuka, cendawan, bahan yang cepat busuk, bahan yang tinggi kandungan serat, gas beracun, bahan yang cepat teroksida (yg bereaksi ngan oksigen), kandungan natrium yg tinggi, busuk dan kotor.

# Zikir memiliki gelombang tetap dan apabila diamalkan secara berterusan, gelombang zikir akan menguasai ruang kosong pada tubuh manusia dan menjadikannya ‘pejal’ menyebabkan tiada lagi ruang untuk dimasuki gelombang asing seperti hantu atau jin.

Misteri Suara Azan Di Luar Angkasa

 Barat telah mencapai kemajuan dalam ilmu luar angkasa. Tapi, sesungguhnya dari tangan ilmuwan Muslim misteri angkasa luar itu pertama kali berhasil disibak.



Islam mencapai puncak kejayaannya pada era pemerintahan Daulah Abbasiyah, terutama pada bidang ilmu pengetahuan. Nyaris tak ada sejengkal pun dari bilik-bilik ilmu ini yang tidak tersentuh oleh umat Islam. Termasuk ilmu tentang dunia luar angkasa. Nashiruddin ath-Thusi dan al-Biruni adalah sebagian dari sosok yang cukup dikenal kepakarannya dalam bidang ini.





Jadi sebelum ilmuwan Barat bergelut di dalamnya, para ilmuwan Islam telah lebih dulu mendalami dan mengakrabi dunia angkasa luar. Meski tak semaju dengan capaian ilmuwan Barat, tapi dari hasil kajian ilmuwan Muslimlah pintu-pintu menuju kemajuan terbuka satu demi satu.


Bintang, bulan, dan matahari adalah obyek penelitian yang paling menarik perhatian para ilmuwan Muslim kala itu. Pasalnya, Al-Quran mengabarkan bahwa ketiga ciptaan Allah ini mempunyai fungsi yang luar biasa. Bintang misalnya, Allah menciptakannya sebagai petunjuk dalam menentukan arah.


Inilah yang coba diteliti oleh ilmuwan Muslim ketika itu. Dari hasil kajian dunia luar angkasa, beragam kemudahan bisa dinikmati umat Islam saat itu. Satu persatu hikmah dan manfaat di balik penciptaan bintang berhasil terkuak. Yang paling sangat bermanfaat adalah cara dalam menjadikan bintang sebagai penunjuk arah.


Jelas saja hasil itu berpengaruh besar dalam kehidupan umat Islam saat itu. Sektor perekonomian termasuk yang paling merasakan berkahnya. Perjalanan bisnis para saudagar Arab yang kerap tersendat oleh pekatnya malam, kini sudah mulai teratasi. Dengan adanya penunjuk arah, hamparan padang pasir yang berselimutkan gelapnya malam bukan lagi 'penyesat' yang perlu ditakuti. Begitu juga para nelayan yang mencari ikan di hamparan laut luas.


Kita juga mengakui bahwa sebagian dari ilmu perbintangan ini dikecam oleh para ulama. Namun, jika kita perhatikan buku akidah, maka yang diharamkan adalah ilmu perbintangan yang digunakan untuk meramal perkara-perkara yang belum terjadi, seperti meramal nasib atau kejadian tertentu yang sifatnya ghaib bagi manusia. Lain halnya jika ia digunakan untuk kepentingan menentukan arah. Dalam fungsi ini hukumnya mubah-mubah saja. Al-Quran sendiri melegalkannya. Bahkan, hukum itu bisa berubah menjadi mustahab atau wajib jika digunakan untuk menentukan arah kiblat.


Bukti Sejarah



Di perpustakaan Eropa, kita bisa menemukan bukti bahwa sumbangsih ilmuwan Muslim dalam ilmu luar angkasa bukan omong kosong. Khususnya yang berkaitan dengan penamaan bintang. Seorang penulis Barat bernama Paul Kunitzsch menemukannya dalam buku Almagest karya Ptolomeus tentang penamaan bintang "Fomalhault" . Nama itu berasal dari bahasa Arab, "famul haut" yang berarti mulut ikan hiu. Muslim Heritage Foundation bahkan mencatat ratusan nama bintang yang berasal dari Bahasa Arab.


Tapi begitulah siklus kehidupan yang diinginkan pencipta-Nya. Allah akan mempergilirkan kejayaan itu berdasarkan usaha dan kerja keras setiap kaum. Itulah yang terjadi pada rezim Abbasiyah. Pemerintahan yang semakin melemah memaksa perkembangan ilmu pengetahuan kembali masuk ke jalur lambat. Apa yang telah dirintis oleh para ilmuwan kita seolah kehilangan induknya karena tak lagi mendapat nafkah perhatian yang memadai. Salah satu yang mengalami nasib malang itu adalah ilmu angkasa luar.


Lahir kembali



Berabad abad terlelap tidur, akhirnya kejayaan Islam di luar angkasa yang nyaris terkubur itu seolah lahir kembali. Sultan Salman Abdul Aziz adalah aktor utamanya. Pria berkebangsaan Arab Saudi ini tak lagi mengamati ciptaan Allah di luar angkasa dari bumi. Ia melihatnya dalam radius yang lebih dekat.


Pada tahun 1985, ia berangkat ke luar angkasa sebagai peneliti mewakili organisasi satelit Arab. Keberangkatannya tentu saja mengangkat prestise umat Islam di dunia internasional. Pasalnya, pria yang tak lain cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini menjadi orang Islam pertama yang berhasil menembus luar angkasa.


Ia melayang di dunia yang sangat asing ini selama delapan hari. Sepulang dari luar angkasa Sultan bukannya istirahat. Pria kelahiran Riyadh, 27 Juni 1956 ini bersama beberapa orang temannya, langsung mendirikan Association of Space Explorers. Lembaga bertaraf internasional ini mewadahi para astronot yang pernah mengangkasa. Sultan menjadi orang penting di dalamnya.


Keinginan mengembalikan kejayaan Islam di luar angkasa juga ikut menjalar sampai ke negeri jiran. Pemerintah Malaysia selalu menunggu waktu yang tepat untuk mengirim putra terbaiknya ke luar angkasa. Dan saat yang dinanti pun tiba. Pada tahun 2005, pemerintah Malaysia memutuskan untuk membuat program mengirim angkasawan ke Rusia. Mereka belajar di sana sebelum terbang.


Rencana besar ini tidak dilakukannya dengan sembrono. Pendaftaran memang terbuka, tapi seleksinya diperketat. Jumlah pendaftar mencapai 11.000 orang. Mereka mengikuti sembilan tahap seleksi, sampai akhirnya hanya terpilih sepuluh di antara mereka yang layak pergi ke Rusia untuk memperdalam ilmu angkasa di sana. Dari sepuluh orang yang dikirim, Rusia memutuskan untuk memilih satu saja di antara mereka yang layak pergi menjalankan misi di luar angkasa.


Keberuntungan itu jatuh pada Dr Sheikh Muszafhar Shukor. Pria yang sehari-harinya bekerja di sebuah rumah sakit di Malaysia, berhasil menyisihkan ribuan pesaingnya. Ia akhirnya meluncur ke angkasa pada tanggal 10 Oktober 2007 lalu. Sesuai dengan keahliannya sebagai dokter bedah ortopedik, di luar angkasa ia menjalani eksperimen yang terkait dengan bedah tulang.


Shalat di Luar Angkasa



Penelitian bukanlah satu-satunya misi Sheikh Muszafhar di luar angkasa. Ia juga membawa misi relijius yang sangat penting. Ia ingin melaksanakan shalat di luar angkasa, sekaligus mengabarkan kepada dunia bahwa shalat adalah ibadah yang sangat agung. Ibadah yang tidak boleh ditinggalkan kapan dan di mana saja, termasuk ketika berada di luar angkasa.


Bersama tiga astronot lainnya, ia mengangkasa selama 12 hari. Waktu itu umat Islam di bumi sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagai orang Islam, Sheikh tetap menjalankan ibadah itu meski berada ribuan mil dari bumi. Dan ia mengaku, berpuasa di langit jauh lebih nyaman dan khusyuk. Selain karena tidak merasa haus, lapar, atau lelah, ia juga bisa melihat beragam tanda-tanda kekuasaan Allah.


Di angkasa, Sheikh menjalankan sejumlah eksperimen yang diamanahkan kepadanya. Di atas sana, ia menjalankan fungsinya sebagai dokter dengan penelitian-penelitian biologis dan kimiawinya. Menurut Sheikh, 12 hari ternyata tidak cukup panjang untuk menjalankan semua eksperimennya.


Sheikh tidak bisa menyembunyikan rasa puas dari perjalanannya ini. Bukan saja karena ia berhasil melakukan penelitian, sebagaimana yang ia rencanakan. Di luar angkasa ia bisa menjumpai banyak sekali tanda kekuasaan Allah. Yang tak mungkin terlupakan, ketika ia mendengar suara adzan di sana.


"Saya seperti menemukan kedamaian yang berbeda. Percaya atau tidak, di hari terakhir sewaktu kami hendak turun ke bumi, saya mendengar suara adzan," kisahnya. Rasa syukur dan senang Sheikh semakin berlipat karena ia merasa keberangkatannya tak sekedar mewakili negaranya, tapi juga dunia Islam.